Home > News > Penerimaan Migas 39 Persen Lebihi Target - Page 2
Penerimaan Migas 39 Persen Lebihi Target - Page 2 PDF  | Print |  E-mail
Tuesday, 19 July 2011 13:29
Article Index
Penerimaan Migas 39 Persen Lebihi Target
Page 2
All Pages

 

Hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Energi (ESDM), Evita Herawati Lewogo dan pimpinan BPMIGAS.

Priyono mengatakan, prognosa per Juli 2011, lifting minyak dan kondensat tahun ini diperkirakan sekitar 920 ribu barel per hari (bph). Untuk gas, lifting tetap sebanyak 7.769 triliun british thermal unit per hari. Total lifting gabungan diusulkan sebanyak 2,259 juta barel ekuivalen minyak per hari, berubah dari sebelumnya 2,31 juta barel ekuivalen per hari.

“Potensi produksi rata-rata optimum sebesar 920 ribu bph dapat dicapai dengan syarat-syarat terpenuhi, yakni proyek baru semua terlaksana sesuai jadwal,” kata dia.

Evita menjelaskan, Pemerintah mengusulkan perubahan lifting minyak bumi pada APBN Perubahan dari 970 ribu barel per hari (bph) menjadi 945 ribu bph.

Menurutnya, lifting sebanyak 945 ribu barel itu dapat dicapai dengan upaya-upaya antara lain, melaksanakan seluruh program kerja tahun 2011, khususnya pekerjaan sumur.

“Percepat program pemboran sumur kuartal I 2012 ke Kuartal 4 2011,” katanya. Selain itu, kata dia, potensi kehilangan produksi, khususnya unplanned shutdown juga diprioritaskan.

Priyono menambahkan, percapaian 945 ribu barel masih dapat dicapai dengan membuat kebijakan-kebijakan yang drastis. “Butuh dukungan semua pihak, katanya.

BPMIGAS mencatat pencapaian 945 barel bph dapat tercapai bila sejumlah permasalahan kontraktor kontrak kerja sama dapat terselesaikan. Diantaranya, permasalahan di Pertamina EP yakni percepatan investasi dan operasional pada berbagai lapangan akan menghasilkan prospek produksi 9.000 bph, kemudian pembebasan lahan di Chevron Pacific Indonesia bisa menghasilkan prospek produksi 3000 bph, dan pengadaan processing facilities di Mobil Cepu Ltd bisa menghasilkan prospek produksi 3.000 bph.

Selain itu, percepatan perbaikan peralatan produksi di Total EP Indonesie bisa menghasilkan prospek produksi 3.000 bph, perijinan penggunaan jalan dari Bupati untuk PT Sele Raya diharapkan bisa menghasilkan 2.000 bph, dan percepatan pengadaan rig di PHE ONWJ dan PHE WMO yang bisa menghasilkan prospek produksi 2.000 bph.

“Dari penyelesaian masalah yang ada, produksi tambahan yang dihasilkan mencapai 25 ribu bph,” kata Kepala Dinas Humas dan Kelembagaan, BPMIGAS, Elan Biantoro. (ACU)